Rabu, Januari 23, 2008

Mengatasi Keterbatasan Lahan

Pada saat ini lahan kosong merupakan aset yang kian hari kian mahal dan sulit untuk diperoleh, terutama di kota-kota besar. Hal ini disebabkan oleh besarnya pertumbuhan pembangunan sarana dan prasarana perumahan maupun perkantoran sehingga lahan rumah semakin sempit.
Oleh karena itu kita perlu untuk menyiasatinya dengan kiat-kiat khusus sehingga dengan ruangan yang sempit, kita dapat memperoleh kepuasan sekaligus memberikan kesan bahwa rumah yang dimiliki terlihat lebih besar/luas dari sebenarnya.
Langkah pertama yang kita ambil adalah dengan menghitung kebutuhan ruang yang kita butuhkan, bila sudah tidak memungkinkan untuk luas lahan kita (misalnya luas lahan hanya 100m2) maka kita dapat merencanakan bangunan dua lantai, sehingga ruang tidur keluarga bisa ditempatkan di lantai atas dan memudahkan pengaturan ruang di lantai dasar. Rumah secara umum terbagi atas beberapa area yaitu area privacy personal (ruang tidur ayah/ibu/anak), area umum (kamar tamu, taman), area keluarga (ruang makan, ruang tv) dan area service (meliputi dapur, ruang jemur, dan ruang kamar pembantu).
Agar pada lantai dasar kita dapat mengatur ruangan dengan lebih leluasa serta memberikan kesan lapang maka sekat yang kita buat bisa dengan pasangan tembok setinggi 1 meter dan untuk menutupinya kita bisa menempatkan furniture berupa meja hias atau kisi-kisi kayu, dan untuk pembatas dengan dapur kita dapat menggunakan meja dengan konsep cafe/bar sehingga kita bisa berinteraksi dengan yang sedang masak. Apabila masih memungkinkan, kita bisa buatkan satu kamar tidur khusus untuk tamu. Bila memungkinkan pembuatan void akan lebih baik karena akan memberikan suasana segar karena ada kontak dengan udara luar. Area cuci dan jemur pakaian kita buatkan di lantai atas.
Berhimpitan dengan ruang dengan bentuk siku adalah ruang keluarga, yang berisi sofa, meja kecil, televisi atau perangkat stereo. Sisanya di pojok yang berbatasan dengan tembok disisakan untuk teras dan area hijau (taman). Ruang makan yang letaknya bersebelahan/menempel dengan ruang keluarga sama-sama dilengkapi oleh pintu besar yang tembus ke taman/daerah hijau. Tujuannya, selain sebagai sirkulasi udara, kedua ruangan tersebut akan mendapat kesan asri.
Penghubung antara lantai dasar dan atas adalah tangga, yang letaknya di pinggir ruang keluarga dekat dapur. Di atas, sisakan sedikit ruang/celah antara tangga dengan kamar. Kalau ada ruang sisa di pojok yang cukup besar (yang letaknya tepat di atas ruang tamu), jadikan sebagai kamar utama, dan letaknya bersebelahan dengan kamar lain yang lebih kecil. Jangan lupa, siapkan kamar mandi yang cukup besar untuk menampung para penghuni lantai atas.
Jadi pembagian ruang secara keseluruhan yaitu lantai dasar terdiri dari ruang tamu, dapur, ruang makan/keluarga, kamar pembantu, kamar mandi, kamar untuk tamu (bila memungkinkan). Dan lantai atas terdiri dari kamar tidur, ruang cuci jemur pakaian, kamar mandi, dan bila memungkinkan ruang tv.

0 komentar: